Hati-Hati Efek Samping Pil Pelangsing

JANGAN mudah tergoda dengan rayuan iklan pil pelangsing yang tayang di televisi meski menawarkan tingkat keberhasilan tinggi. Sebelum Anda memutuskan menjadi pengguna setia, pelajari dulu efek sampingnya agar tubuh tetap aman dari zat berbahaya.

Iklan-iklan obat pelangsing memang selalu sukses merebut hati orang-orang yang ingin kurus. Namun sebelum Anda ikut termakan "rayuan" iklan, ada beberapa hal yang Anda harus tahu tentang kinerja dan sistem kerja pil-pil sejuta janji tersebut. Apakah itu?

Sebagian besar obat-obat kurus atau pil pelangsing yang dijual di pasaran biasanya menjanjikan diri kita aman dari penyerapan lemak. Larisnya obat-obat tersebut pun disinyalir karena diketahui dapat memanipulasi metabolisme tubuh sehingga membuat perut kita seolah penuh dan tidak lapar.

Sayangnya, pada faktanya tingkat keberhasilannya sangatlah sedikit sekali. Cara kerja yang timbul dari obat-obat tersebut justru seakan “membutakan” sel-sel lemak sehingga tidak dapat melakukan penyerapan ke dalam tubuh. Ini tentu merupakan sebuah metode yang tidak diterima secara ilmiah, apalagi dikategorikan sebagai proses penurunan berat badan yang sehat.

Belum lagi, keberadaan pil pelangsing tersebut pun menimbulkan pekerjaan rumah baru, yakni keberadaan efek samping yang ada di balik pil tersebut. Efek samping dari pil pelangsing di antaranya dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, insomnia, iritasi pada perut, rasa cemas atau gugup, juga menjadi lebih sensitif atau cepat marah. Demikian yang dilansir Times of India, Selasa (3/1/2012).

Inilah beberapa hal lain yang perlu Anda ketahui.

Fakta di balik pil pembakar lemak


Pil pembakar lemak pada umumnya memiliki beberapa kombinasi herbal yang diturunkan stimulan, asam lemak esensial, kromium picolinate, piruvat, dan atau asam hidroksisitrat. Zat-zat tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan energi sementara yang mengarah ke pembakaran lemak bila dikombinasikan dengan olahraga.

Namun perihal keselamatan konsumen, keberadaan zat-zat tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah meski Anda berhenti menggunakan obat sekalipun. Bahkan, beberapa di antaranya dapat menyebabkan pusing dan masalah perut.

Perihal penyerapan sel-sel lemak


Salah satu bahaya dari pil pelangsing adalah menyoal penyerapan lemak. Pil pelangsing jika dikonsumsi dalam dosis biasa membuat seseorang terancam kekurangan vitamin A, D, E, K, dan beta karoten. Banyak pil diet juga dapat membuat gejala pruritus, ruam, urtikaria, anafilaksis, dan angioedema.

Ahli gizi umumnya merekomendasikan bahwa orang yang benar-benar mengonsumsi pil-pil pelangsing ini harus meningkatkan konsumsi suplemen multivitamin untuk memastikan mereka dalam keadaan cukup nutrisi.

Secara garis besar, para ahli gizi ataupun konsultan diet yang menganjurkan obat-obat pelangsing berpedapat bahwa menurunkan berat badan yang efektif hanya dengan tekun berusaha, giat berlatih olahraga, dan diet rutin yang tepat.

Terlepas dari berpengaruh atau tidaknya pil-pil pelangsing tersebut dalam program penurunan berat badan Anda, olahraga dan diet seimbang adalah kunci keberhasilan yang utama. (ind)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar